KLHK Apresiasi Gelaran Bimbingan Teknis Kearsipan Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi

    KLHK Apresiasi Gelaran Bimbingan Teknis Kearsipan Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi

    Makassar- Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi menggelar kegiatan Pembinaan Bimbingan Teknis Kearsipan. Di Ruang Rapat Balai Gakkum Lantai 4 Gedung Rachmad Witoelar Kantor P3E Sulawesi dan Maluku, Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 17 Makassar, Kamis (10/12/2020).

    Pelaksanaan Bimbingan Teknis Kearsipan ini tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19. Melalui penerapan menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan menyiapkan hand sanitizer.

    Turut hadir dalam bimtek virtual tersebut, Kepala Sub Tata Usaha Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi, Achmad Yusuf Arif, SH., MH dan puluhan peserta yang berasal dari internal Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi. 

    Bertindak sebagai narasumber Pembinaan dan Bimtek dari Biro Umum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yakni Sadewo Yuliono, S.Sos (Arsiparis Madya) menyampaikan tata cara Pemusnahan Arsip dan M. Hindra Taruna, S.Sos (Arsiparis Madya), menyampaikan materi Arsip Dinamis.

    “Optimalisasi bimbingan teknis kearsipan ini adalah kegiatan yang kita sering anggap sepele, namun penting pada saat dibutuhkan, ” ujar Kepala Sub Tata Usaha Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi, Achmad Yusuf Arif, SH., MH.

    Achmad Yusuf Arif menambahkan, bimbingan teknis kearsipan ini sebuah penyimpanan data atau sistem kearsipan harus dibuat semodern mungkin yang mempermudah kegiatan-kegiatan baik perkantoran maupun person.

    "Kearsipan juga mempunyai prosedur untuk dihanguskan, apakah lima sampai sepuluh tahun kedepan masih membutuhkan arsip. Apalagi di Balai Gakkum Wilayah Sulawesi sebuah lembaga Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di KLHK yang sangat urgen dalam hal pengarsipan dokumen, contohnya Amdal, " terang Kepala Sub Tata Usaha lebih lanjut.

    Lanjutnya Achmad Yusuf, Amdal itu masih dibutuhkan sampai 20 tahun ke depan, sama dengan dokumen-dokumen penyidikan dan pemberkasan.

    "Oke tahun ini sudah inkrah, tahun-tahun ke depan kita tidak tahu apa yang terjadi. Banyak peristiwa-peristiwa hukum, demikian pula dengan kegiatan pengawasan. Pengawasan pada saat ini sudah kita anggap selesai, tapi pada saat peristiwa hukum kedepan terkait kegiatan tersebut dokumen itu masih dibutuhkan lagi, " Acmad Yusuf menjelaskan.

    "Saya kira kearsipan ke depan untuk terus diperhatikan, dan kita harus mempunyai kesadaran pada diri sendiri untuk mengarsipkan semua kegiatan-kegiatan pribadi yang terkait dengan kantor maupun perintah pimpinan terkait kegiatan kantor, " pungkas Kepala Sub Tata Usaha Balai Gakkum Sulawesi.

    Selanjutnya arahan sekaligus membuka acara oleh Suwarti Siswono yang mewakili Sekretaris Jendral Gakkum KLHK. 

    Suwarti menuturkan, Arsip itu seringkali dipandang sebelah mata, kadang-kadang begitu selesai melakukan kegiatan arip itu diabaikan. 

    “Pada saat kita mencari dokumen atau berkas tersebut kelabakan, sebenarnya mekanisme tata kelola kearsipan sudah ada aturannya, ” ungkap Suwarti.

    Suwarti Siswono menyatakan, sekarang jamannya mengedepankan teknologi kearsipan ini menjadi hal yang utama, saat ini muncul kedepan sebagai pemimpin ke dalam kegiatan pengelolaan perkantoran.

    "Sebagai penanggungjawab kegiatan arsip di Setidjen Gakkum KLHK, memang sampai hari ini untuk pengelolaan arsip masih belum dilaksanakan seperti ketentuan yang seharusnya, ” imbuhnya. 

    Kegiatan yang dilakukan pertama kali di Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi menjadi awal yang baik. Sekarang digaungkan eco office jadi sedapat mungkin lebih paperless tidak banyak menggunakan kertas dalam melakukan kegiatan perkantoran, namun demikian hard copynya harus ada.

    “Arsip yang dulu diabaikan sekarang diutamakan setiap kegiatan itu harus ada dokumentasinya. Dokumentasi itu akan terus dicari, nah sekarang saatnya menata arsip dan dokumen itu dengan baik dan rapi menjadi salah satu tujuan dari kegiatan bimbingan teknis kearsipan ini. KLHK (Dirjen Gakkum-red) mengapresiasi terselenggaranya bimbingan teknis kearsipan ini, mudah-mudahan semua peserta dapat mengikuti bimbingan teknis ini. Kegiatan ini memberi manfaat besar sekali untuk kita semua, ” tutup Suwarti Siswono.

    Sementara menurut M. Hindra Taruna (Arsiparis Madya), menyampaikan materi Arsip Dinamis.

    "Arsip merupakan rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh Lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, " terang Hindra Taruna.

    Selanjutnya, Sadewo Yuliono menyampaikan materi Pemusnahan Arsip.  

    Ia menuturkan, pada dasarnya pelaksanaan bimbingan teksnis kearsipan ini untuk melakukan pebenahan arsip dan itu harus memenuhi  syarat. Setidaknya ada 4 aspek mengelola kearsipan, pertama SDM, kedua pedoman, ketiga sarana dan ke empat anggaran, ” kata Sadewo salah satu pemapar materi.

    Lebih lanjut ia menambahkan, staf maupun pimpinan harus berkomitmen untuk melakukkan pembenahan arsip. Semua berkomitmen untuk pembenahan arsip SDM terutama dari pimpinan, kalau pimpinan peduli terhadap arsip staf tinggal ngikut saja. 

    “Dimana selain kesiapan SDM, juga membutuhkan komitmen pimpinan untuk melakukan pembenahan arsip ini, setelah SDM siap. Aspek selanjutnya adalah pedoman, kegiatan kearsipan itu harus mempunyai pedoman. Tidak bisa atas atas kemauan sendiri, ada sistemnya bagaimana cara menata berkas, bagaimana cara memusnahkan berkas, bagaimana cara memindahkan berkas arsip, ” jelas Sadewo. 

    Kemudian, setelah pedoman terpenuhi aspek berikutnya adalah sarana, sarana kearsipan itu penting, baik untuk arsip aktif maupun inaktif, dua-duanya harus diupayakan.

    Aspek satu ini juga penting, sebagaimana kita ketahui kegiatan kersipan ini masih dipandang sebelah mata. 

    “Malah ada yang bilang arsip itu kayak pemulung, masih banyak yang belum menganggap kearsipan. Untuk mengubah paradigm tersebut dibutuhkan anggaran, disamping untuk mengolah arsip untuk sarana juga diupayakan anggaran untuk pengelola arsip, ” Sadewo menambahkan. 

    Ketika ditanya soal sanksi pidana pemusnahan kearsipan, Sadewo menjabarkan. sanksi pmusnahan arsip itu berdasarkan Undang-undang Nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan, dalam isi undang-undang tersebut tertuang pasal-pasal yang mengatur sekaligus memberikan sanksi, diantaranya pasal 86 berbunyi, 'setiap orang yang dengan sengaja memusnahkan arsip di luar prosedur yang benar kena saknsi pidana penjara paling lam 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 500 juta'.

    “Adannya undang-undang ini biar masyarakat itu sadar bahwa kearsipan itu penting, kemudian kearsipan itu tidak bisa ditangani sembarangan ada prosedurnya, ” tegas Sadewo.

    Senada dengan Suwarti Siswono dari Dirjen Gakkum, Biro Umum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengapresiasi bimbingan teknis yang dilaksanakan oleh Balai Gakkum wilayah Sulawesi. 

    "Mudah-mudahan hasil dari bimbingan teknis kearsipan ini berlanjut dalam arti apa yang dismpaikan tadi bisa diaplikasikan secara berkelanjutan, " ucap Sadewo.

    Arsiparis Madya ini menjelaskan, sekarang ini kita sedang melakukan era tertib arsip di lingkup kerja KLHK sedang berbenah melakukan tertib arsip, terutama setelah ditandatanganinya Gerakan Nasional Sadar dan Tertib Arsip (GNSTA), gerakan ini  merupakan upaya untuk membangun kesadaran semua elemen masyarakat terhadap pentingnya mengelola arsip, khususnya yang terkait dengan birokrasi pemerintah.

    Sadewo berharap, pusat maupun daerah melakukan kegiatan tertib arsip. Kegiatan kearsipan ini harus dilakukan berkesinambungan jangan sekali gebrakan, tapi terus dilakukan setiap hari.

    “Ada petugas khusus yang mengelola kearsipan, bertanggungjawab terhadap arsip dengan begitu perlahan-lahan dan komitmen bersama, kearsipan di Balai Gakkum LHK wilayah Sulawesi bisa berjalan baik, ” tutup Arsiparis Madya KLHK ini. 

    Bimbingan teknis kearsipan terebut ditutup dengan sesi diskusi dan dilanjutkan praktek pengolahan arsip yang baik dan menarik dipandang mata.

    Makassar Balai Gakkum Sulawesi
    Subhan Riyadi

    Subhan Riyadi

    Artikel Sebelumnya

    Ketua PANI Kota Makassar: Selamat atas Kemenangan...

    Artikel Berikutnya

    OJK RI Tambah Pundi-Pundi Penghargaan Pemprov...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi verified

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 271

    Postingan Tahun ini: 2084

    Registered: Jul 16, 2020

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 268

    Postingan Tahun ini: 1505

    Registered: May 24, 2021

    Maskuri

    Maskuri

    Postingan Bulan ini: 138

    Postingan Tahun ini: 244

    Registered: Mar 9, 2022

    Basory Wijaya

    Basory Wijaya verified

    Postingan Bulan ini: 136

    Postingan Tahun ini: 593

    Registered: Oct 11, 2021

    Profle

    Subhan Riyadi verified

    Empat Warung dan Ruko Terbakar, Kapolres Tinjau Lokasi Kebakaran dan Serahkan Bantuan
    Diduga Korban Pembunuhan, Mayat Seorang Pria Ditemukan di Kebun Karet Afdheling Begosari Bringin Semarang
    Rayakan Idulfitri Walikota Tangerang Sampaikan Terima Kasih Kepada Masyarakat Dalam Tangani Pandemi Covid-19
    219 Orang Warga Binaan Rutan Kelas I Labuhan Deli Kanwil Kemenkumham Sumut Dapat Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 1443 H

    Follow Us

    Recommended Posts

    Sejumlah Atlet Sulsel Raih Medali di SEA Games Vietnam
    Gubernur Sulsel Silaturahmi Bersama Persatuan Umat Buddha Indonesia
    Puluhan Ribu Pengunjung Padati Puncak Event TC 2022, Kadis Budpar Tator Apresiasi Panitia
    Irjen Kemenkumham Tinjau Progres Pembangunan Rutan Semarang Tahap Ke-2
    Lahirkan Para Penghafal Al-Qur'an, Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Wisuda 174 Santri